• +1 456 6717
  • info@pewarna-id.com

PEWARNA Indonesia Bersama YKI dan Senior GMKI Mengadakan Acara Bedah Buku Hancur Bangun Rumah Ibadah

Jakarta -  Kehancuran rumah ibadah sudah menjadi tanggung jawab kita semua agama untuk itulah Persatuan wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna), Yayasan komunikasi Indonesia dan Senior GMKI pada Jumat, 8 Juli 2022 pukul 14.00 - 17.00 WIB menggelar acara Bedah buku "Hancur Bangun rumah Ibadah" Pergumulan umat Kristen ditengah masyarakat Intoloren di Gedung Pertemuan Yayasan komunikasi Indonesia, Jakarta Timur.

 

Acara di buka pertama kali ibadah syukur dengan menghadirkan Pengkhobah Pdt. Jahenos Saragih, M.Th.,MM dan MC Nelly R. Situmorang, SE, kemudian acara di lanjutkan dengan penyerahan plakat kepada para tokoh yang mempunyai peran penting hingga terciptanya Bedah buku : "Hancur Bangun rumah Ibadah" Pergumulan umat Kristen ditengah masyarakat Intoleran. 

 

Hadir dalam sebagai narasumber bedah buku adalah Romo Benny Susetyo, Staff Ahli Kemendagri RI Tumpak H.Simanjutak, ketua umum PGLII Pdt. Ronny Mandang, Pdt. Henrek Lokra dari PGI, dengan moderator Ashiong Munthe

 

Romo Benny Susetyo mengatakan, "Jika saya lihat dari persoalan dasar dari pendirian rumah ibadah terkait dengan deal politik makanya kita umat Kristiani harus mengerti dengan kontek politik global, " ujar Romo Benny

 

"Dari riset yang sudah banyak saya lakukan yang namanya kaum minoritas banyak di menangkan dan kita juga harus tahu dengan adanya kontek umat Kristiani dan umat non Kristiani," ungkap Romo Benny.

 

"Agama juga tidak boleh dibangun dengan kontek politik dan dari buku ini kita sadari harus bisa membangun kesadaran umat Kristiani mulai dari cinta kasih dan mengerti arti dari Pancasila," tutur Romo Benny. 

Narasumber Dalam Acara Bedah Buku

 

Tumpak H.Simanjutak selaku Staff Ahli Kemendagri RI mengatakan, "Jika kita bercerita soal pemerintah itu merupakan urusan absolut salah satunya terkait agama karena aama mengakut hak-hak masyarakat, " ujar Tumpak.

 

"Kita bicara agama itu harus menjadi wewenang pusat tidak bisa tanya ke orang dan jelas dalam buku ini di uraikan dari mulai permasalahan HAM, Undang-undang sampai Pancasila," kata Tumpak

 

Pdt. Ronny Mandang selaku ketum PGLII mengatakan, "Permikiran pertama saya lihat buku ini adalah Pergumulan umat Kristen ditengah masyarakat Intoleran, jika kita lihat dari yang daerah toleran untuk pembangunan rumah ibadah tidak ada masalah tetapi permasalah suka terjadi dalam pembangunan ibadah adalah daerahnya intoleran," ujar Pdt. Ronny.

 

"Yang ditulis dalam buku ini adalah sebuah keprihatian jadi bisa lihat dan baca buku ini permasalahan bukan pada rumah ibadahnya tetapi kepada masyarakat disekitarnya yang intoleran," ungkap Pdt.Ronny.

 

Pdt. Henrek Lokra dari PGI mengatakan, "Kita dalam membangun rumah ibadah harus ada komunikasi dengan masyarakat di lingkungan sekitar tetapi kita terkadang harus terjadi terjadi keributan terlebih dahulu baru ada komunikasi dengan masyarakat di lingkungan sekitar," ujarnya.

 

"Jika kita membaca buku ini kita harus mempunyai kesadaran dalam beragama dan bertoleransi dengan masyarakat lingkungan sekitar," tutur Pdt. Henrek. (**). 

  • admin
  • 08 Juli 2022

Kategori

Terbaru

Populer

Jakarta, pewarna-id.com - Symphony Worship kembali hadir dengan album terbarunya yang berjudul New Hope. Album ini merupakan album ketiga setelah “Love To Worship You” dan album...

Baca Selengkapnya

JAKARTA, pewarna-id.com-- Menyikapi akan pengalihfungsian warisan sejarah kekristenan Hagia Sophia, maka Pewarna Indonesia menggelar webinar Kamis 16/7/20, hal ini didorong adanya tindakan Presiden...

Baca Selengkapnya

Jakarta, pewarnaid.com-Melalui surat edaran No 3 Tahun 2020 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengeluarkan surat edaran sebagai langkah pencegahan virus corona ( Covid-19)...

Baca Selengkapnya